Enterprise Resource Planning

 


Kegiatan dari perusahaan tidaklah lepas dari proses bisnis, dimana dalam proses bisnis sendiri terdapat beberapa bagian penting atau divisi yang mendukung efektivitas dari proses bisnis. Kali saya akan memaparkan beberapa hal terkait dengan proses bisnis dan sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan bagi perusahaan. 

Pada kesempatan sebelumnya saya membahas tentang Operasi Fungsional Utama dan Proses Bisnis, disana saya memaparkan divisi apa saja yang terdapat dalam Operasi Fungsional Utama dan beberapa contoh tugas setiap divisi dalam menjalankan proses bisnis, namun apakah kalian mengetahui tentang perbedaan dari Area Fungsional dan Proses Bisnis?

Area Fungsional murupakan bagian atau divisi penting yang harus ada didalam sebuah perusahaan dengan tujuan untuk mempermudah tugas masing-masing karyawan dan juga dapat lebih efektif dalam melaksanakan sebuah proses bisnis.  Sedangkan Proses Bisnis sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat mencapai tujuan atau goals dari perusahaan tersebut. 

Dalam era globalisasi ini perkembangan teknologi sangatlah cepat, dengan adanya teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mempermudah tugas dari manusia. Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) dalam mengintegrasi data dari berbagai divisinya. Tapi apakah penting penerapan dari ERP ini bagi perusahaan?

ERP merupakan salah satu bagian penting dari sebuah perusahaan untuk dapat mempermudah proses bisnis dan juga sebagai acuan atau penunjang untuk pengambilan keputusan, dimana hal ini serung diabaikan oleh sebuah perusahaan. Penerapan ERP ini bisa dilakukan dengan syarat kondisional keuangan dari perusahaan tersebut cukup untuk dapat berinvestasi pada Softaware ERP ini, jika kodisi keuangan dari perusahaan tersebut kurang mencukupi dalam berinvestasi pada ERP ini dirasa lebih baik menggunakan Silo Information System yang tidak menguras keuangan dari perusahaan tersebut. Namun jika perusahaan tersebut tergolong perusahaan yang cukup besar, maka akan lebih baik jika perusahaan tersebut menggunakan ERP sebagai salah satu strategi dalam mengintegrasi data dari setiap divisi yang ada. Dan juga dalam software ERP juga terdapat modul-modul yang diperlukan oleh perusahaan agar dapat mempercepat proses bisnis dan juga pengintegrasian data, serta dapat dijadikan sebagai landasan untuk pengambilan keputusan. 

Lantas bagaimana implementasiannya?

Dalam penerapannya, erp memerlukan data untuk dapat dijadikan sebuah statistik atau sebuah perbandingan. Contohnya saya ambil pada kasus siklus penjualan kopi, dimana data-data yang diperlukan untuk dapat dijadikan sebuah statistik yaitu data penjualan setiap harinya, yang di inputkan oleh divisi Marketing and Sale (M/S). setelah data tersebut telah selesai di input maka secara otomatis data tersebut akan terintegrasi ke bagian divisi lainnya. Dari data yang terintegrasi tersebut dapat memudahkan bagian strategic planning untuk dapat mengambil kebijakan agar mudah mengevaluasi kekurangan dari proses bisnis sebelumnya.

Dalam penerapannya siapa yang memiliki tanggung jawab terhadap sistem ERP pada perusahaan?

Pada dasarnya setiap users atau pegawai memiliki masing-masing tanggung jawab saat menggunakan fitur dari ERP ini, namun bagian IT Support yang memiliki tanggung jawab yang cukup besar agar Software erp ini dapat digunakan dengan baik. Terdapat bebrapa komponen  penting dalam peneraan software ini, ada hardware dimana ini terkait dengan server dari perusahaan tersebut, Database dimana divisi IT support yang dapat menjamin database ini layak untuk digunakan dan dilindungi oleh sistem keamanan yang kuat agar tidak mudah bocor segala informasi penting dari perusahaan.


Komentar

Postingan Populer